Creative
Posted by: Yunnisa Mutiara Sari -
![]() |
| Hasil handmade ane,bagi yang minat hubungi ane by Muti Archie |
Kreativitas itu ada disetiap diri seseorang, tetapi tidak semua orang mau menggali kemampuan itu. Belakangan ini banyak orang telah memulai membuat bahan daur ulang menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,yang kemudian akan menjadi penghasilan bagi mereka , bahkan bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Kreativitas yang bernilai itu memiliki nilai seni dan keunikan tersendiri, handmade melatih kreativitas,disiplin,dan niali seni diri anda. Membantu anda untuk terus berpikir tentang sesuatu hal yang baru. Dengan handmade ini kita bisa mengawali jiwa inovasi kita untuk terus berkembang. Banyak orang sekarang yang memiliki otak pintar tetapi tidak memiliki jiwa inovasi. Sedangkan yang dibutuhkan pada era globalisasi ini tidak hanya dengan otak tapi juga menuntut kreativitas kita, agar memilki nilai yang lebih dari orang lain. Dengan kreativitas kita bisa menjadi seorang wiraswasta. Dengan kreativitas yang kita miliki kita tidak perlu terlalu cemas untuk bekerja dimana,asalkan ada niat,berani mengambil resiko,dan tekun,kita bisa menjadi orang yang menciptakan lapangan pekerjaan.
Oleh karena itu, mulai lah sekarang untuk menggali segala potensi yang ada pada diri kita. siapa lagi yang bisa tahu tentang potensi kita,kalau bukan kita sendiri, asalkan kita mau berlatih dan menggalinya. KEEP CREATE YOUR CREATIVITY!!!A
The King in the World
Posted by: Yunnisa Mutiara Sari - Friday, March 9, 2012
Raja adalah sesuatu yang bisa membuat apapun tunduk dan patuh kepadanya. Waktu aku kecil aku pernah dicerikan dongeng oleh ayahku, singa adalah raja hutan yang sangat ditakuti oleh seluruh penghuni hutan. Ketika aku belajar mengaji di dekat rumahku,guru mengajiku mengatakan bahwa Raja dari segala alam adalah Allah,aku pun mempercayai itu sampai sekarang. Tapi belakangan ini aku heran dengan segolongan orang yang tidak lagi takut dengan apapun,mereka tidak takut lagi dengan agama,moral,tingkah laku,tetapi mereka hanya takut akan satu hal kekurangan UANG. Mereka tidak lagi mengenal Tuhan,orang lain,termasuk kebaikan yang ada dalam dirinya tetapi yang mereka pikirkan hanya uang,uang dan uang.
Kemaren aku melihat di TV seorang publik figur rela berbohong,hanya karena uang. Para Monster yang ada di senayan rela membuat masyarakat mereka yang seharusnya dimerdekakan tetapi malah membuat mereka tercekik dengan semua kemiskinan,hanya demi uang. Membuat toilet saja sampe bermilyaran rupiah,apakah semahal itu dunia ini,coba lihat di sekitar kita,masih ada masyarakat yang kekurangan air bersih untuk minum,bukan untuk hanya membersihkan kotoran mereka.
Hehh sungguh hebat si Uang,padahal hanya selembar kertas,tetapi bisa membuat orang lupa akan segalanya,termasuk jati dirinya sendiri. Serendah itu kah martabat manusia, seandainya uang bisa berbicara mungkin dia telah lama menertawakan kita,kita yang bikin,tapi kita pula yang kalap oleh uang.
Aku kadang tertawa melihat orang ditelevisi,mereka rela meracuni anak bangsa dengan mainan bekas alat-alat rumah sakit hanya untuk mendapatkan uang, aku tidak menyalahkan sikap mereka karena mereka seharusnya bisa tidak berbuat seperti itu apabila para koruptor tidak menjamur di negara ini. Mereka senang-senang duduk di ruang rapat yang ber-AC, dengan snack 20 ribu, kalau ngantuk yahh tinggal tidur,toh tidak ditegur.
Apalah jadinya dunia ini kalau UANG menjadi raja dunia kita,dia bukan raja tapi alat buat kita memenuhi kebutuhan kita,bukan semata-mata keinginan kita. Gunakan mereka untuk berbagi dengan orang lain,toh harta tidak dibawa sampai mati. Bukalah mata hatimu lebar-lebar,lihat kesekelilingmu,masih banyak orang yang membutuhkan batuan tangan mu. Jadi.mulai sekarang berpikirlah tentang "The King in Your World", Membiarkan tenggelam dengan kenikmatan sesaat,atau berbagi dengan orang lain dan mencapai kebahagian abadi. Ini dunia mu, MAKE YOUR CHOICE!!!
Secarik Kertas Sahabat
Posted by: Yunnisa Mutiara Sari -
Hari ini aku terasa sangat lelah,lelah dengan semua kegiatan yang menyibukkan duniaku. Ingin ku melangkah cepat untuk pulang,tetapi kaki ku tak mampu menahan semua keletihan itu,perlahan-perlahan kususuri perjalanan ku menuju kosan tercinta yaitu omah kos 1. Setibanya di kosan ku buka pintu kamar dan kubiarkan tubuh ini terhempas di kasur. Setelah melaksanakan ibadah,aku pun tertidur,dan ketika sedang melayang di alam mimpi,aku pun dibangunkan oleh ketukkan pintu. Aku pun sontak berpikir ahh siapa ini yang telah mengganggu tidurku...dan tidak salah lagi ternyata para teman-teman ku yaitu Yorin dan Cia.
Kami telah berteman sejak duduk dibangku SMP,mungkin memang karena kami berjodoh,kami pun masih ditakdirkan untuk selalu bersama. Walaupun terkadang aku pun merasa bosan harus bertemu dengan orang yang sama setiap hari. Tapi sudahlah kebosanan ku hanya hal sepele dibandingkan dengan tidur ku yang sudah mereka renggut. Mereka pun mulai bercerita-cerita disela keadaan ku yang masih mengantuk,dan seperti biasa mereka pun mulai mengganggu ku. Karena kondisi emosi ku yang sensitif,tak segan-segannya aku mengeluarkan kata-kata yang tidak baik. Mereka pun terdiam dan memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing. Sejenak aku pun bersyukur karena mereka keluar dari kamarku,dan artinya aku bebas,tetapi setelah itu aku pun menyesal,kenapa aku harus melakukan itu,mereka itu teman ku,sahabatku,setiap aku punya masalah mereka selalu bersamaku. Ya mereka yang selalu mendukungku dalam keadaan apapun,sejahat apapun perlakuanku,mereka selalu memaafkanku,selalu mengerti keadaanku.
Aku pun tak pikir panjang,berlari menuju kamar Yorin.. dan trekkk...
Aku pun tidak melihat Yorin dikamarnya dan sepertinya dia ke kamar mandi,karena sandal yang biasa melekat dikakinya tidak ada di depan kamar. Aku pun duduk menunggu di kursi di dalam kamarnya. Aku melihat sebuah binder berwarna merah maroon diatas meja perlahan pun kubuka satu persatu,dan jari ku pun terhenti ketika kudapatkan secarik kertas yang berisi...
Air mata ku pun menetes membaca sebuah curahan perasaan seorang sahabat yang sangat bersyukur mempunyai teman seperti kami,mereka saja yang sering tersakiti oleh perkataanku,bersyukur punya teman seperti ini,kenapa aku malah terus mengeluh..mungkin memang hidup itu tidak selamanya menyenangkan tapi cukup dengan membahagiakan dan bisa berada disamping orang yang kita sayangi itu sudah cukup. Tak lama Yorin pun datang,dan aku pun langsung memeluk sahabatku sambil menangis itu,dia pun heran dan memanggil Cia. Tak lama Cia pun mendatangi kami. Dia pun langsung berlari memeluk kami yang sedang menangis..Sambil terisak-isak aku pun berkata "Terima kasih kalian selalu menerima gw sebagai sahabat lo,maafin gw ya"
Aku pun berpikir satu hal,inilah sahabatku,bukan hanya sebagai sahabat tapi sudah menjadi keluarga dan bagian dalam hidupku.
Ingatlah "HAPPINESS IS NOT WHEN YOU MAKE 1000 FRIENDS ON A YEAR,BUT WHEN YOU MAKE FRIEN FOR 1000 YEARS"
Carilah sahabat sejatimu!peluklah dia dan katakan "Terima kasih",tidak semua orang bisa menerima kondisimu,itulah yang disebut "SAHABAT"
Tegas!! itulah dirimu
Posted by: Yunnisa Mutiara Sari - Wednesday, March 7, 2012
Rabu,7 maret 2012, hari yang mencemaskan bagi ku,karena aku tahu hari ini ada mata kuliah Softskill pada jam 3/4(9.30-11.30) di kelas e224.Pasti kalian bertanya-tanya apa yang membuatku mencemaskan softskill,padahal selama ini softskill hanya dianggap mesin blogger dan pelengkap mata kuliah saja bagi sebagian mahasiswa Gunadarma.
Pagi itu pun aku bangun lebih pagi daripada biasanya,sampe-sampe baru jam 8.30 aku sudah pergi ke kampus,tetapi sebelumnya aku memanjakan perut ku dulu dengan nasi warteg,maklum anak kosan,makan pagi yang ala kadarnya dan tidak terlalu menguras isi saku ku. Setelah perutku tak bisa terisi lagi,aku pun pergi ke kampus dengan naik angkot D11,tepat jam 9 aku sampai di depan kampus,aku berjalan menyusuri ruang-ruang yang kulewati sebelum kelasku,Jantungku pun berdetak kencang,TEKK langkah kaki ku berhenti pada ruang e224,ku buka pintu.....dan ternyata...hahhh belum ada dosen,hanya ada deretan bangku kosong dan seorang temanku.Aku pun mulai bercerita dengan temanku,kami mengobrolkan tentang seorang dosen yang menurut mahasiswa-mahasiswa terkenal dengan galaknya,ngasih tugas banyak,pemarah,ga suka senyum,jutek dan berbagai macam argumen yang aku denar tentang beliau,selama kami mengobrol,teman-teman yang lain pun datang satu per satu.
Hingga akhirnya....
Pagi itu pun aku bangun lebih pagi daripada biasanya,sampe-sampe baru jam 8.30 aku sudah pergi ke kampus,tetapi sebelumnya aku memanjakan perut ku dulu dengan nasi warteg,maklum anak kosan,makan pagi yang ala kadarnya dan tidak terlalu menguras isi saku ku. Setelah perutku tak bisa terisi lagi,aku pun pergi ke kampus dengan naik angkot D11,tepat jam 9 aku sampai di depan kampus,aku berjalan menyusuri ruang-ruang yang kulewati sebelum kelasku,Jantungku pun berdetak kencang,TEKK langkah kaki ku berhenti pada ruang e224,ku buka pintu.....dan ternyata...hahhh belum ada dosen,hanya ada deretan bangku kosong dan seorang temanku.Aku pun mulai bercerita dengan temanku,kami mengobrolkan tentang seorang dosen yang menurut mahasiswa-mahasiswa terkenal dengan galaknya,ngasih tugas banyak,pemarah,ga suka senyum,jutek dan berbagai macam argumen yang aku denar tentang beliau,selama kami mengobrol,teman-teman yang lain pun datang satu per satu.
Hingga akhirnya....
Tuk tuk tuk kami sekelas mendengarkan langkah sepatu seseorang menuju kelas kami,KREKK pintu pun terbuka dan disana kami telah melihat seorang dosen yang menjadi Hot Topic kami minggu ini yaitu Ibu Ira Phajar Lestari,dosen Softskill kami semester ini. Kami pun terdiam,dibenak ku hanya ada sugesti bahwa dosen yang sedang berdiri di depan ku ini adalah dosen yang "Killer" abis karena begitulah kata teman-temanku.
Beliau pun memulai kuliah,mataku tak henti-hentinya tertuju padanya,karena begitulah cara ku menghilangkan rasa takutku, tak terasa 15 menit pun berjalan,tetapi aku merasa sesuatu yang aneh,kenapa aneh??? karena aku tidak menemukan apa yang diperbincang orang-orang tentang beliau,menurutku itu sikap yang wajar bagi para semua dosen,aku pun mulai berpikir apa karena kelas temanku itu ada yang meribut,maklum kami kelas dengan jumlah mahasiswa 22 orang,ngomong sedikit saja langsung menggema disetiap sudut kelas,makanya ga ada yang berani ribut.
Beliau pun memulai kuliah,mataku tak henti-hentinya tertuju padanya,karena begitulah cara ku menghilangkan rasa takutku, tak terasa 15 menit pun berjalan,tetapi aku merasa sesuatu yang aneh,kenapa aneh??? karena aku tidak menemukan apa yang diperbincang orang-orang tentang beliau,menurutku itu sikap yang wajar bagi para semua dosen,aku pun mulai berpikir apa karena kelas temanku itu ada yang meribut,maklum kami kelas dengan jumlah mahasiswa 22 orang,ngomong sedikit saja langsung menggema disetiap sudut kelas,makanya ga ada yang berani ribut.
Semakin lama dia berbicara aku pun berpikir bahwa beliau adalah orang yang berdedikasi untuk profesinya,dia menjalankan tugas sebagai dosen dengan penuh tanggung jawab dan komitmen. Walaupun mungkin ketegasannya disalahartikan dengan galak,tapi selagi itu masih dalam batas wajar,it's oke. Beliau selama lebih kurang 2 jam tak henti-hentinya bicara,sebagai pendengar saja aku sudah cape lihat beliau berbicara,aku berpikir apa dia ga cape ngomong di depan. Tetapi dari satu cerita yang beliau ceritakan tentang anak-anak yang kurang beruntung untuk mendapatkan sekolah yang layak,menambah nilai positif ku tentang beliau,aku mulai berpikir kalau beliau sebenarnya mempunyai hati yang tulus tapi mungkin karena wataknya yang keras,disipilin,kurang senyum,makanya membuat beliau di judge sebagai sang killer.
Tak terasa jam mata kuliah softskill pun telah selesai,beliau pun melangkah keluar dari kelas,aku pun mulai berpikir tentang satu hal,tidak seharusnya aku nge-judge atau berpikir negatif tentang seseorang yang belum ku kenal sebelumnya,kita tidak tahu kondisi yang sebenarnya. Kadang tindakan keras atau tegas itu sangat penting agar menjadikan diri kita yang lebih kuat,kompeten,dan bisa bersaing di lingkungan luar yang penuh dengan kepalsuan dan kekerasan.
KASUS HARTOYO TENTANG KEPEMIMPINAN
Posted by: Yunnisa Mutiara Sari - Saturday, January 14, 2012
Hartoyo menggunakan system kepemimpinan Militerlistik. Hal ini tergambar dari cara yang digunakan Hartoyo dalam pengambilan keputusan yang bersifat cepat tanpa dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan para pegawainya.
»» Read More
Walaupun bertentangan dengan ideologi negara yang mengandalkan musyawarah untuk mencapai kata mufakat, system kepemimpinan ini tidak sepenuhnya berdampak negatif. Sistem ini sangat bagus untuk mendidik sikap disiplin dalam diri setiap pegawai dan menumbuhkan rasa tanggung jawab yang lebih besar. Bagi pihak atasan, system ini menjadi tantangan tersendiri. Dalam system Militerlistik, atasan dituntut untuk berfikir cepat, tepat dan tegas. Sehingga setiap keputusan yang diambil dapat dijalankan dengan maksimal untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Dalam hal ini, Hartoyo harus mampu meyakinkan dan menumbuhkan kepercayaan dalam diri semua bawahannya akan keunggulan dari setiap keputusan yang ia ambil agar para pegawai dapat menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama.
Namun, system ini akan menutup kesempatan bagi pegawai yang berpotensi bagus untuk berkembang karena tidak diberikannya kesempatan dan wadah untuk mengemukakan pendapat serta ide-ide kreatif untuk kemajuan departemen. Akibatnya, kinerja pegawai akan statis dan tidak berkembang karena semua tindakan yang akan dilakukan hanya berpatokan pada keputusan yang diambil atasan tanpa bisa diganggu gugat. Sedangkan pada masa ini persaingan di dunia kerja semakin pesat terutama karena munculnya berbagai macam ide kreatif dari para pekerja khususnya pekerja muda yang memiliki potensi dan talenta yang menjanjikan didukung semangat kerja yang masih berapi-api.
Jadi, system ini tidak cocok digunakan dalam sebuah organisasi produksi yang dipimpin oleh Hartoyo. Di bidang produksi, dibutuhkan kerjasama yang baik antara atasan dengan pegawai. Dengan system Militerlistik ini, pegawai diperlakukan murni sebagai bawahan yang harus melaksanakan setiap perintah yang diberikan atasan tanpa perlu dimintai pendapat. Hal ini akan mempersempit langkah kerja pegawai dalam membuat produk-produk baru yang lebih kreatif dan berinovasi. Berbeda halnya dalam dunia militer seperti tentara. Para tentara telah dididik untuk selalu siap melaksanakan perintah dalam keadaan apapun tanpa kompromi. Dalam kasus ini, dibutuhkan seorang atasan yang bertindak tegas dan disiplin. Sebaliknya, mereka tidak akan suka dipimpin oleh seorang atasan yang lembek dantidak tegas. Hartoyo tidak dapat membedakan konteks dunia kerjanya, sehingga tetap menggunakan system yang sama di dunia yang sama sekali berbeda. Akibatnya, bawahan yang selalu patuh dan bekerja maksimal serta bermotivasi tinggi di tentara, tidak bisa ia temui di departemen produksi. Bawahannya yang baru malah menunujukkan sikap tidak suka atas gaya kepemimpinannya dan tidak mampunyai motivasi untuk maju karena dari awal tidak menyukai system kerja yang ada.
Jika system ini tetap diterapkan oleh Hartoyo, tidak menutup kemungkinan departemen akan mengalami penurunan pesat. Karena di awal kepemimpinan, pegawai telah menunjukkan sikap tidak puas yang berdampak pada penurunan kinerja pegawai itu sendiri.
Sebaiknya, Hartoyo mengganti system kepemimpinan yang ia gunakan demi kelangsungan perusahaan yang lebih baik serta meningkatkan kinerja pegawai yang menurun.
Subscribe to:
Posts (Atom)

































